by

Pemenang ISPO, Disambut Meriah di SMAN 1 Takengon

Takengen | Lintas Gayo : Empat orang siswa SMA Negeri 1 Takengen kabupaten Aceh Tengah yang kembali dari Jakarta (2/3), setelah mengikuti International Science Project Olympiad (ISPO) 2011. Pelajar asal Dataran tinggi Gayo, ikut serta dalam dua kategori perlombaan. Bidang Kimia dengan karya tulis yang berjudul “Proses Pembuatan Papain yang digunakan Mempercepat Proses Pelunakan Daging” yang diwakili M. Arif dan Dewinta Heriza pelajar kelas X di SMA 1 Takengen. Bidang Komputer dengan karya tulis yang berjudul “Memanfaatkan Visual Basic 6.0  Untuk Membuat Kamus Digital Sains” diwakili oleh Dara Intan Noersaif dan Khairul Rizal pelajar kelas XI.

Empat orang siswa SMA 1 Takengen yang didampingi Sona Rumonda. ST dan Hellyda Fitri, S. Pd. Ajang ISPO 2011 yang diselenggarakan sejak 23 hingga 24 Februari 2011 di Balairung Universitas Indonesia Depok. Siswa SMA Negeri 1 Takengen membuat kejutan di dunia Pendidikan Aceh Tengah dengan meraih Medali Perunggu, siswa meraih lencana penghargaan Honorable Medallion dari 179 team seluruh SMA di Indonesian.

Kedatangan 4 finalis asal SMA 1 Takengen disambut meriah oleh seluruh siswa dan para guru. Dipintu gerbang SMA 1 rombongan dikalungi bunga oleh kepala sekolah, Uswatuddin dan disuguhkan tarian Munalo oleh siswa SMA 1 Takengen. Dari pantauan ILG tidak terlihat ada pegawai Dinas Pendidikan Aceh Tengah maupun unsur Pemkab. meskipun pihak sekolah telah menginfornasikan ke pihak Dinas Pendidikan setempat.

Program unggulan di SMA 1 Takengen dibidang non/semi akademik atau ekstrakulikulir adalah karya Ilmiah, papar Uswatuddin kepada ratusan siswa-siwa SMA 1. Meskipun tidak menargetkan mendali di ajang karya ilmiah ISPO 2011 namun merupakan satu gebrakan dari SMA 1 Takengen bisa mendapat Mendali Perunggu di kancah nasional. Untuk tahap selanjutnya akan mengubah metode dalam semua bidang dengan lebih menekankan kepada penggunaan bahasa Inggris untuk sampai kekancah International.

Khairul yang mempresentasikan karya ilmiahnya menjelaskan bahwa tidak ada kendala berarti dalam ajang tersebut. “Tidak ada kendala, namun nilai plus pemenang kali ini, dalam bahasa selalu mengunakan bahasa Inggris, sekolah mereka mengunakan bilingual language, karena kebanyakan dewan juri bersalal dari Turki”, kata Khairul.

Dan mereka berharap para siswa lainnya dapat lebih termotivasi untuk mengikuti ajang/perlombaan penulisan karya ilmiah baik tingkat nasional dan international dengan lebih menguasai Bahasa Inggris karena merupakan nilai plus dalam presentasi karya ilmiah dan lebih professional, selain penilaian terhadap keramah tamahan. “Kawan-kawan  lain termotivasi mengikuti projek acara ini dan dapat mengirimkan projek berkualitas” ujar Dara Intan.(wyra)

Comments

comments

News