by

Facebook Bisa Jadi Bukti di Pengadilan

 Air New Zealand | Wikimedia.org

Air New Zealand | Wikimedia.org

Wellington|LintasGayo-Perusahaan penerbangan Air New Zealand berhasil memaksa seorang pramugari yang diberhentikan untuk menyerahkan halaman Facebook dan rekening banknya guna menunjukkan apa yang dilakukannya ketika dia sedang cuti sakit.

Gina Kensington diberhentikan setelah mengambil cuti sakit bulan Maret lalu untuk merawat saudara perempuannya. Kensington kemudian mengajukan kasusnya ke Otoritas Hubungan Tenaga Kerja (ERA), yang dalam hal ini Air Zealand kemudian meminta agar halaman Facebook dan rekening banknya diperiksa selama Kensington mengambil cuti dua hari tersebut.

Pada awalnya Kensington menolak untuk menyerahkan rincian tersebut karena ketika diberhentikan, Air NZ tidak memiliki informasi apa pun soal itu ketika memecatnya. Kensington juga beralasan adanya rahasia informasi pribadi yang harus dihormati oleh hukum.

Menurut laporan kantor berita Australia AAP, ERA setuju bahwa Kensington harus menyerahkan halaman Facebook tersebut karena rinciannya mungkin akan relevan. Kensington sudah menyerahkan informasi tersebut. Namun, pengadilan belum memutuskan apakah proses pemberhentiannya sah atau tidak.

Kasus Kensington ini mirip dengan kasus Bruce Taiapa. Taiapa diberhentikan oleh perusahaannya setelah mengambil cuti sakit selama satu minggu, tetapi di halaman Facebooknya terlihat menghadiri karnaval kano sebuah sekolah.

ERA memutuskan bahwa pemberhentian kerja itu bisa dibenarkan karena perusahaannya mencurigai Taiapa tidak benar-benar sakit ketika meminta cuti. (kompas.com/LG12)

Comments

comments

News