by

Ruslan Abdul Gani Isyaratkan Mundur dari Jabatan Bupati Bener Meriah

RUSLAN ABDUL GANI
Bupati Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani

Redelong: Lintas Gayo – Saat diwawancara wartawan Lintas Gayo disebuah Cafe di Banda Aceh, Jum’at (8/11/2013), Ruslan Abdul Gani (RAG)  mengungkapkan rencananya untuk mundur dari jabatan Bupati Bener Meriah.

Isyarat dari rencana pengunduran diri tersebut disampaikan ruslan sekaligus menampik sejumlah isu dan tuduhan yang mengarah kepadanya secara pribadi maupun kepada pemerintahan yang pimpin bersama pasangannya Rusli M Saleh.

Bupati yang namanya mirip dengan salah seorang negarawan dan politikus Indonesia yang merupakan Menteri Luar Negeri Indonesia pada tahun 1956-1957 tersebut, turut menyampaikan sejumlah jawaban yang selama ini tidak pernah disampaikannya kepada publik.

Masalah yang baru terungkap itu adalah rekayasa  honorer K2 yang diusulkan oleh pejabat dimasa pemerintahan Bupati Tagore AB sebanyak 1000 nama yang diusulkan, 500 diantaranya ditolak oleh menteri terkait.  Demikian dengan hutang dimasa pemerintahan sebelumnya yang mencapai 50 Milyar Rupiah. Hutang tersebut menurut pengakuan Ruslan menjadi tanggung jawab dimasa pemerintahan saat ini yang berakibat pada kesulitan pihaknya dalam membuat program pembangunan yang baru karena menutupi utang, sehingga terkesan pemerintahannya tidak menjalankan program sama sekali.

Bukan Hanya itu, kepada Lintas Gayo Ruslan juga menceritakan tantangannya selama memimpin Bener Meriah selama setahun lebih.

Fakta yang sudah berkembang namun dan baru mendapat tanggapan RAG adalah soal kepemilikan PUSKUD. RAG turut mempertanyakan keberadaan PUSKUD, yang seharusnya milik pemerintah, namun dikelola oleh Tagore. Permasalahan ini sendiri menurut pengakuan Ruslan telah dipertanyakan langsung kepada Tagore, namun ruslan tidak menjelaskan apa jawaban dari Tagore mengenai hal tersebut.

RAG mempertanyakan perihal PUSKUD ini, karena merasa sudah harus difungsikan, mengingat selama beberapa bulan harga kopi turun drastis, sehingga diperlukan resi gudang, dimana masyarakat dapat langsung menjual kepada PUSKUD. RAG sendiri mengaku tidak mengetahui sebab musabab PUSKUD dipegang oleh Tagore.

Rencana kemunduran RAG ini bertambah kuat, karena merasa pemerintahannya diobok-obok oleh pihak tertentu, RAG bahkan menyebutkan dua nama mahasiswa yaitu Aritonang (Aramiko Aritonang) dan Waladan yoga yang dituding sebagai “kiriman” Tagore.

Dua orang tersebut gencar mengkritisi pemerintahannya, terakhir mereka mengangkat permasalahan honorer K2 di Kabupaten hasil pemekaran dari Aceh Tengah tersebut.

Menurut pengakuan RAG, Supaya tidak konflik besar, dirinya lebih baik mundur saja. RAG merasa pasrah, karena menganggap mungkin sudah jalan yang diberikan tuhan. RAG juga membeberkan sejumlah gangguan dari beberapa pihak yang menggemboskan isu yang tak sedap.

Sejauh ini RAG merasa tidak pernah mengganggu lawan politiknya, dan sengaja tidak membeberkan masalah dari pemerintahan yang lalu. Namun mengingat semakin terjepit posisi, RAG merasa tidak bisa tinggal diam. Niat menjaga silaturahmi dan tidak membuka aib saudaranya, mau tidak mau harus dia harus langgar, karena sejumlah kesalahan diera pemerintahannya, berkaitan erat dengan pemerintahan sebelumnya.

RAG  mengakui, selama ini pihaknya tidak dapat mengakomodir kepentingan semua golongan, mengingat pemerintahannya memiliki aturan. Kepentingan yang tidak dapat dipenuhi itu menurutnya, tidak hanya dari orang masyarakat umum, melainkan dari keluarganya sendiri.

Rencananya, RAG mundur pada Kamis, 14 November 2013. Namun dirinya menjelaskan, karena akan menghadiri undangan KPK, jadi wajib hadir.  Surat Keputusan pengunduran dirinya akan diserahkan kepada Wakil Bupati Rusli M Saleh, sementara menunggu SK resmi.

Pasangan Ruslan Abdul Gani/Rusli M Saleh diambil sumpah serta dilantik menjadi Bupati/wakil Bupati Bener Meriah periode 2012-2017 diruangan Oproom Setdakab setempat pada 10 Juli 2012 lalu, usai menang 51,49 persen suara dari tujuh pasangan Cabup/cawabup, termasuk mengalahkan incumbent Tagore AB yang berpasangan dengan Aldar AB, yang hanya mendapat 30,74 persen suara. (Tenemata)

 

Berita Terkait:

Comments

comments

News