by

Bupati Bener Meriah “Bersabarlah”

Oleh : Drs. Almujaini,MA

Pak Bupati sabarlah…sembari introspeksi. Bukan saya berniat menggurui, tapi Sabar memang gampang diucapkan, namun berat aplikasinya dan pahit rasanya, akan tetapi buah kesabaran pak Bupati dalam merancang pondasi daerah ini akan sangat bernilai bagi masa depan Bener Meriah dan anak cucu kita nantinya…, orang Arab mengatakan “ As-Shabru kassibri murrun fii madzaaqatihi walaakin awaaqibahu ahlaa minal ‘asali” (Sabar laksana pohon yang berbuah pahit, akan tetapi akibatnya bisa lebih manis daripada madu). Sangat disayangkan bila pak Bupati tetap memilih mundur, sementara kita melihat kecintaan masyarakat kepada anda luar biasa hingga turun gunung dengan jumlah ribuan orang, mereka meninggalkan kebun kopi, sawah ladang mereka untuk mendukung anda, bahkan hampir semua anggota DPR telah membubuhkan tanda tangan dukungan bagi anda.

Tetap Istiqamahlah… do your best !  janganlah berhenti sebelum berhasil..! kecuali memang benar anda telah melakukan kesalahan fatal. Kalau diumpamakan anda tukang pemecah batu, maka ada kemungkinan sebentar lagi anda akan merasa lega karena dapat memecahkannya, mungkin setelah april 2014…!

 Sebagai ilustrasi… seperti seorang laki-laki bertubuh tegap lagi kekar, keluar dari rumahnya menuju kaki Burnitelong untuk memecah batu, dia lepaskan bajunya sehingga terlihat dia seorang yang kuat. Dia ambil palu godemnya dan mulai memukul batu yang dihadapannya…1…2…3….dan seterusnya sampai hitungan ke 100…ternyata batu itu belum juga pecah, mukanya merah & keringat bercucur deras, hingga dia mengira batu itu tidak bisa pecah atau barangkali ada jinnya…?(ia berkata dalam hati), akhirnya dia menyerah.

Tidak berapa lama dia terduduk, tiba-tiba datang seseorang yang kelihatan tidak bertenaga, tubuhnya kurus krempeng, lalu ia menyapa lelaki tegap yang sedang terduduk lesu itu ;“ kelihatan anda sedang capek sekali sobat…? benar sekali, saya sudah putus asa tidak bisa memecahkan batu ini, padahal saya sudah memukulnya 100 kali.

Oh…begitu, boleh saya coba bantu…?katanya. kemudian lelaki tegap itu mengatakan: “mana mungkin anda yang kurus begini sanggup memecahkan batu itu, saya saja tidak sanggup…?” lelaki kurus itu hanya berucap: “ baiklah sobat, saya coba ya…?”

Mulailah lelaki kurus itu mencoba memecahkan batu itu,…..satu….dua…tiga….empat….lima…byaaaaarrrrrrrrrrr, pecahlah batu itu. Melihat kejadian ini terheran-heran si lelaki tegap & kekar itu, lalu ia mengatakan: “ wah…hebat sekali anda sobat, pake ilmu apa ya? Kalau boleh saya minta diajari doanya….ya?

 Lelaki kurus itu berkata : Wahai sobat, saya tidak pake jimat, saya tidak pake doa, tetapi yang perlu anda tahu sebenarnya batu itu memang mestinya pecah dalam pukulan ke 105, tapi anda tidak sabar, anda tidak istiqamah, anda menyerah sampe hitungan 100 kali, anda tidak sabar untuk 5 kali pukulan lagi. Coba anda tadi memukul sampe 105 kali, pasti batu itu sudah pecah…..ooow…ooow.

Sabar dan istiqamahlah……….!!!

Penulis adalah Penceramah BINROH Pada: 
  • Kementerian Pertahanan : Renhan Kemhan, Pothan Kemhan, Puskeu Kemhan, Pusdiklat Kemhan, Univ. Pertahanan Kemhan, Pusdatin Kemhan,
  • KPK Kuningan Jkt,Msj BIN Kalibata,Komp.Pomad  Kalibata,Komp.TNI-AL

Comments

comments

News