by

Hangat, PAW DPRK Aceh Tengah

 Takengen |Lintas Gayo  Penggantian Antar Waktu (PAW) terhadap enam anggota DPRK Aceh Tengah kembali mencuat kepermukaan. Hangatnya pembahasam soal pelantikan KIP di negeri dingin ini membuat suasana di DPRK semakin meruncing antara pihak yang mendukung pelantikan dan menolak SK KPU.

Dampaknya merembet ke PAW. Komisi A DPRK Aceh Tengah, Wajadal Muna, mulai mengulirkan wacana PAW Muchsin Hasan (PKNU) yang melompat ke Golkar dalam Pemilu kali ini dan Ridwan (PDP) yang meninggalkan partai payung ini.

“Benar dua anggota DPRK Aceh Tengah ini sedang diusulkan PAWnya,” sebut Wajadal Muna, menjawab Lintas Gayo, Kamis (16/1).

Mengapa hanya dua yang diuusulkan, sementara 6 anggota dewan di sana juga sudah diributkan untuk PAW? Khusus untuk Ihwanussuffa dan Budiono kasusnya sudah ditangani polisi, karena adanya laporan tindak pidana. Jadi untuk mereka berdua tidak dapat kami proses sekarang, sebut Muna.

Sementara Syamsuddin dari PKNU menurut Muna, setelah pihaknya berkonsultasi dengan partainya seputar usulan PAW, pihak partai masih ada pertimbangan. Demikian dengan Arianto Gunawan yang juga melompat pagar, PAWnya masih dalam proses.

Dengan dua orang yang diwacanakan PAW di DPRK, muncul imej adanya pilih kasih dalam memproses PAW. Apakah ada hubungannya dengan pro dan kontar persoalan KIP Aceh Tengah? Isu ini sampai kini terus berkembang. (Iqoni RS/LG)

Comments

comments

News