by

Longsor Makin Parah, Hingga Lebaran Belum Dapat Dilintasi

ise-ise

Blangkejeren | Lintas Gayo – Hingga lebaran haji (Idul Adha) nanti,hubungan transportasi antara Blangkejeren ke Takengon dipastikan belum dapat dilintasi,akibat beratnya kondisi longsor di kawasan Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues.

Kondisi material yang begitu besar turun secara terus menerus dan menggerus bagian dinding pegunungan dan menimpa badan jalan,ini disebabkan kondisi tanah di kawasan longsor sangat labil,sehingga material terus berjatuhan menimpa badan jalan,bahkan sebagian besar material longsor masuk ke bagian jurang disisi badan jalan,jadi kondisi material longsor benar benar berat.

“Kami perkirakan hingga lebaran haji nanti badan jalan belum dapat dilintasi,walaupun alat berat sudah standby dilokasi,bagaimana kita mau menyingkirkan material,kalau longsoran dari atas gunung terus berjatuhan dengan volume yang besar?,” ujar seorang staff Yachiyo Engineering Co.Ltd (YEO), selaku consultan pembangunan (rekondisi) jalan Negara Blangkejeren-Ise Ise, kepada media ini, Selasa (30/9/2014) di Blangkejeren.

Menurut Pihak YEO selaku konsultan Perbaikan jalan Blangkejeren-Ise Ise batas Antara Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tengah,menolak kalau longsor ini disebabkan adanya pengerusan dinding tebing,untuk pelebaran jalan.

“Kejadian ini sepenuhnya disebabkan oleh kondisi alam,data yang kami terima pada 24 September lalu,curah hujan dikawasan ini insentisitasnya cukup tinggi,ditambah lagi kondisi tanah dikawasan ini memang sangat labil,ketika hujan turun dengan waktu lama dan curahannya sangat tinggi,bagian pori pori tanah mulai merenggang dan lepas ketika menampung air yang cukup besar,akibatnya tanan yang labil dan merenggang ini,berjatuhan menimpa badan jalan bahkan menutup sebagian jurang disisi badan jalan,” ujar Staff YEO ini.

Pihak YEO sendiri dalam hal ini sudah melaporkan kondisi dan situasi longsoran tebing berskala besar yang berada di Sta 110+720 sampai dengan Sta 110-850,kepada Satker Jalan nasional Wilayah I Aceh.

Lamanya waktu untuk merekondisikan badan jalan dari longsoran,selain disebabkan material yang begitu besar,situasi hujan yang kerap turun dilokasi mempersulit pihak pekerja rekanan jalan itu yakni PT WIKA Jo Pelitan Nusa Perkasa.

Memet dari pihak rekanan PT.WIKA mengatakan kondisi cuaca yang hujan serta material yang turun dari atas membuat sulit pihaknya,untuk mengerjakan pembuangan material longsor yang cukup besar itu,karena setiap dilakukan pembuangan material longsoran dari atas kembali turun dengan skala besar,inilah yang mempersulit kami mempercepat pembuangan material yang menutup badan jalan.

Kawasan longsor ini berada tidak jauh dari lokasi jembatan Tangsaran, juga tidak begitu jauh dari lokasi pengeboran tambang emas oleh pihak PT.Gayo Mineral Resourching, apakah kejadian longsoran besar ini akibat adanya pengeboran penambangan emas di kawasan hutan ini, tentunya para ahli geologi lah yang lebih paham,walaupun pihak rekanan sendiri PT.WIKA beberapa bulan lalu, sudah membuat surat kepada Bupati Gayo Lues untuk menghentikan penambangan emas yang tidak jauh dari badan itu karena akan mengganggu badan jalan,namun hingga saat ini pihak Perusahaan penambang emas malah menambah beberapa titik pengeboran,yang lokasinya tidak jauh dari badan jalan Nasional itu. (azl/Alabaspos.com)

Berita Terkait: #Longsor

Comments

comments

News