by

“Pemabuk” Giok Adakan Kongres

Pakar giok saat berkumpul di HR Coffe (LG/Dok)
Pakar giok saat berkumpul di HR Coffe (LG/Dok)

Takengen| Lintas Gayo– “Pemabuk” giok gayo, ahirnya menunjukkan “barang “ antiknya. Mereka berkumpul di HR Coffe, Sabtu (8/11/2014) sore hingga malam. Bukan hanya masing-masing memamerkan batu, namun “pemabuk” batu ini mengadakan rapat untuk membentuk organisasi.

Pakar-pakar batu di negeri dingin itu ingin membentuk sebuah wadah untuk menyatukan dan menyelamatkan asset Gayo yang kini mulai sangat digemari, berupa batu giok dan akik. Dalam pertemuan itu terlihat Edi Tebe, T. Alaidin, Wawan, Ados (Idrus), Kamal, Zulfan Diara dan puluhan pakar batu lainnya.

Mereka sepakat membentuk organisasi dengan nama Gayo Game Stone Comuniti (GGSC). Untuk membentuk pengurus akan dibentuk panitia kecil yang khusus menyiapkan pertemuan lanjutan guna memilih para maniak batu di Gayo ini.

Habis buat giok, dimana lagi mau diletakkan giok agar dilihat orang. Ini gambar salah satu ,maniak giok di Gayo (LG/Dok)
Habis buat giok, dimana lagi mau diletakkan giok agar dilihat orang. Ini gambar salah satu ,maniak giok di Gayo (LG/Dok)

Namun yang menarik dalam pertemuan itu, hampir seluruh peserta memamerkan barang andalannya yang belum terjual. Tidaklah heran bila seseorang memiliki 4 sampai 5 cincin, bahkan ukurannya besar-besar.

Batu giok yang belum jadi juga banyak dihadirkan dalam pertemuan itu. Pencari giok, peminat giok, pebisnis giok, semuanya berkumpul. Semuanya sepakat dibentuk pengurus, dimana giok gayo sudah mencari incaran semua pihak, dan giok ini dimanfaatkan pihak lain dengan menyebutkan bukan giok gayo, namun giok aceh.

“Apapun ceritannya organisasi ini harus berdiri, kita sayang dengan daerah kita, dimana potensi daerah sangat luar biasa, namun pihak lain yang mendapatkan nama. Padahal semua barang mentahnya dari Gayo,” sebut Wawan salah seorang pakar giok. (Iqoni RS)

Comments

comments

News