by

MAN 1 Bener Meriah Terapkan Ujian Berbasis Computer Based Test

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bener Meriah mulai hari ini, Senin (7 Desember 2020), menyelenggarakan ujian semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Senin, 7/12/2020.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bener Meriah mulai hari ini, Senin (7 Desember 2020), menyelenggarakan ujian semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Senin, 7/12/2020.

Redelong | Lintasgayo.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bener Meriah mulai hari ini, Senin (7 Desember 2020), menyelenggarakan ujian semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Senin, 7/12/2020.

Ujian kali ini berbeda dengan ujian sebelumnya, sebelumnya MAN 1 Bener Meriah melaksanakan kegiatan pembelajaran dan ujian melalui elearning. Kali ini dewan guru membuat inovasi menggunakan ujian berbasis online atau computer based test (CBT).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah Drs H Hamdan MA ketika diminta tanggapannya mengenai hal tersebut menyatakan, bahwa tuntutan industri 4.0 menuntut semua insan madrasah untuk tidak gagap teknologi (gaptek).

“Teknologi pada hakikatnya memudahkan, mendekatkan, memangkas ribetnya administrasi serta biaya, kami berharap inovasi baru dalam pembelajaran terus dikembangkan sesuai dengan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama yaitu: Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan,” urainya.

Sementara kepala MAN 1 Bener Meriah Mahdi SAg MA dalam sambutannya mengatakan, bahwa inovasi terus dikembangkan dalam rangka menciptakan kemerdekaan belajar, kebebasan berinovasi sebagaimana ruh dari KMA Nomor 183 dan Nomor 184.

Pelaksanaan ujian diikuti oleh seluruh anak didik di MAN 1 Bener Meriah sebelum pelaksanaan terlebih dahulu disampaikan kepada wali murid untuk memberikan izin membawa alat elektronik baik HP maupun laptop.

Bagi anak kita yang tidak memiliki HP atau paket kita fasilitasi melalui komputer ruang multi media MAN 1 Bener Meriah.

Sebutnya, anak didik dibiasakan menggunakan media elektronik untuk hal hal positif sehingga tidak menjerumuskan mereka kepada hal negatif.

“Kenyataanya anak-anak rata-rata memiliki HP, bahkan sudah menjadi teman akrab mereka. Alhasil jika tidak diedukasi menggunakan HP dengan baik, dikhawatirkan mereka biasa menggunakan hal yang tidak baik,” ujar Mahdi.[PR]

Comments

comments

News