by

Kurangi Kecurangan, Penyelenggara Pemilu di Aceh Tengah Mesti Buat Terobosan

Takengen | Lintas Gayo-Pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 2014 masih memungkinkan terjadinya kecurangan. “Makanya, penyelenggara pemilu legislatif di Aceh Tengah (KIP Aceh Tengah dan Panwaslu Aceh Tengah) harus buat terobosan,” kata Yusradi Usman, Calon Anggota Legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk DPRK Aceh Tengah, no urut 7, Dapil IV (Kec Bebesen, Kec Bies, dan Kec Kute Panang) via blackberry messager, Minggu (17/11/2013).

Kalau mereka berhasil mengurangi, bahkan meniadakan kecurangan, sambungnya, maka mereka sudah mengukir sejarah di Takengen. “Anggota dewan yang bersih dan berkualitas, tidak terlepas dari penyelenggara pemilu yang jujur dan bersih,” katanya diplomatis. Karenanya, saran peneliti sekaligus penulis itu, proses pileg 2014 mesti diaudiovisualkan, selain adanya dukungan dokumentasi tertulis. Terutama, saat perekaman jumlah pemilih, yang ikut memilih, penghitungan suara di TPS, rekap suara sampai penghitungan suara di kecamatan. Jadi, seluruh bukti, valid dan akurat. “Masalah ini sudah pernah saya sampaikan kepada mahasiswa Takengon yang kuliah di Banda Aceh di sekretariat Fikrah, beberapa waktu lalu.

Termasuk, saat sosialisasi tugas, fungsi dan kedudukan dewan (parlemen) serta program yang saya usung saat terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Juga, saat pertemuan antarcaleg PKS dari dapil IV Aceh Tengah,” ungkapnya. Kalau tiba-tiba ada kecurangan, berupa penambahan atau pengurangan suara, jelasnya, penyelenggara pileg punya bukti yang kuat. “Minimal, pengaudiovisualan pileg ini dimulai dari saksi masing-masing partai. Apalagi, dari caleg-caleg yang menginginkan perubahan serta pileg yang jujur, bersih, terbuka, dan berkualitas.

Saya pikir, perubahan ini mesti dimulai dari sekarang. Kalau tidak, wajah perpolitikan kita dan Takengon sulit terbenahi. Karenanya, masalah ini mesti mendapat perhatian dan pengawasan dari semua pihak,” tegasnya. (Fi/R-Lg)

Comments

comments

News