by

Siapa Pemilik Tiket Su-ul Khatimah?

Oleh ; Tgk. Usman Nazaruddin, S.HI*

Usman NazaruddinSetiap manusia selalu ingin mendapatkan tempat yang terbaik baik manakala masih hidup ataupun kelak setelah meninggal. Namun dalam prakteknya tersebut kebanyakan perbuatan tidak sejalan dengan tujuan akhirnya. Ada orang selalu bergelimang dalam maksiat namun dimulutnya dia selalu berkata ingin mendapatkan syurga dengan mengharap ampunan-Nya. Setiap tingkah lakunya selalu melenceng dari tuntunan syariat yang dia sendiri tau sedang berada dalam kondisi yang salah tanpa ada niat untuk bertaubat dari kesalahan tersebut. Keadaan seperti ini sangat dikhawatirkan jika saja ajal menjemputnya sedang dia dalam kelalain manisnya mencicipi kemaksiatan, ajalnya ditakuti berakhir dalam keadaan su-ul khatimah.

Su-ul khatimah yaitu dimana manusia mati dalam keadaan tanpa iman hidupnya berakhir dalam keadaan keburukan. Manusia yang berakhir dalam suul khatimah di alam barzah tidak dapat berjumpa dengan kelompok yang khusnul katimah baik itu sanak keluarga, kerabat, maupun saudara seagamanya. Di alam barzah, setiap hari manusia itu bisa menziarahi saudaranya seperti hari kamis berkunjung ke tempat para Ulama, hari jumat kumpul bersama keluarga dan hari-hari lainnya. Kehidupan di alam akhirat itu sebenarnya sama seperti kehidupan di dunia. Yang lebih mengejutkan lagi bahwa penghuni alam kubur tau semua tingkah laku hidup manusia di muka bumi ini.

Setiap orang yang menziarahi kubur, pemilik kubur itu selalu berdoa kepada pengunjungnya dan menitip pesan kebaikan melalui malaikat agar disampaikan kepada para ziarah tersebut, namun malaikat hanya menyampaikan secara rahasia dan tersembunyi kecuali kepada beberapa orang yang dibukakan hijab secara lansung maupun lewat mimpi. Adapun kuburan yang dihuni oleh para suul khatimah, doa para penziarah itu selalu tertolak agar si penghuni merasakan pedihnya siksaan alam kubur itu, namun setiap doa dan sedekah pahala yang dikirim kepada para suul khatimah ini tertahan dan jika di yaumil miazan mereka mendapat ampunan, maka pahala tersebut dapat diambilnya dan jika tidak mendapat tiket ampunan, seluruh kiriman doa dan pahala sedekah terhadapnya sia-sia.

Manusia Penikmat Dunia

Ada banyak ciri-ciri dan corak manusia yang mendapat tiket berstempel logo suul khatimah bagi calon penumpang alam barzah. Dari sekian banyak ciri-ciri tersebut, ada empat ciri-ciri umum yang terjadi khususnya pada orang Islam sedangkan kafir sudah jelsnya suul khatimah, dapat penulis ringkasnya sebagai berikut:

Pertama, orang yang melalaikan shalat. Ada dua macam manusia yang tergolong dalam kelompok ini yaitu mereka yang menunda-nunda melaksanakan salat dan mereka yang meremehkan shalat. Setiap orang yang asyiknya beraktifitas duniawi baik yang sedang bekerja mencari rezki maupun yang hanya kerjaannya main-main, mereka sangat sulit untuk meninggalkan aktifitas tersebut sejenak untuk memenuhi panggilan Ilahi. Mereka selalu berkata sebentar lagi akan shalat jika pekerjaan telah selesai. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa manusia tersebut telah menjadi budak harta karena telah memuliakan posisi pekerjaan daripada perintah Tuhannya. Mengutamakan pekerjaan dengan mengesampingkan perintah Tuhan berarti telah memilih bahwa pekerjaan lebih tinggi kedudukan dari pada Tuhannya.

Adapun kelompok yang menganggap remeh terhadap shalat merupakan orang yang dicerca dalam agama. Jika meremehkan shalat namun masih mengakui kewajiban melaksanakan shalat, dia termasuk orang yang dikhawatirkan tidak selamat iman saat sakaratul maut, sedangkan jika mereka meremehkan shalat dan menganggap shalat bukan kewajiban atasnya, tergolong dia dalam keadaan murtad. Begitulah disebutkan dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

Kedua, manusia yang durhaka pada kedua orang tua. Setiap kita harus menyadari bahwa kita anaknya orang yaitu anaknya ibu dan bapak. Setiap anak wajib untuk berbakti kepada kedua orang tua dengan tidak mendurhakainya. Setiap tingkah laku si anak tidak boleh menyakiti atau melukai perasaan orang tuanya. Selain itu, si anak juga tidak boleh merasa sakit hati terhadap orang tuanya. Satu elusan dada orang tua karena sedih terhadap sikap anaknya telah terbuka satu pintu neraka bagi si anak tersebut dan tertutup hingga dia meminta ampun pada orang tuanya. Jika tidak meminta ampun, saat sakaratul mautnya tiba, malaikat akan mencekik lidah si anak sehingga tertahan dari ucapan La Ilaha Illallah. Jika orangtuanya telah meninggal sedang sianak masih belum mendapat ampunan orang tuanya, wajib atasnya untuk meminta maaf setelah shalat dan menziarahi makam orang tuanya sembari meminta ampunan sampai hati si anak merasakan seolah orang tuanya telah mengampuni dosanya itu. Terlepaslah dosa si anak tersebut pada orang tuanya.

Ketiga, peminum khamar ( minuman memabukkan). Para peminum khamar hatinya akan keras dan lidahnya akan dipanasi dengan besi panas oleh malaikat saat menjeleng ajalnya sehingga banyak kita lihat sebelum mereka mati selalu menangis keras-keras dan meminta tolong. Manusia yang masuk dalam kelompok ini bukan saja peminum bir, arak, tuak dan minuman memabukkan lainnya tetapi mereka yang mengosumsi ganja, hereoin, sabu-sabu dan barang terlarang lainnya juga termasuk dalam golongan ini. Para pengedar yang tidak mengosumsi juga mendapatkan dosa yang sama, uang hasil penjualan tersebut haram digunakan untuk berbelanja bahkan tidak boleh diterima jika disedekah untuk pribadi maupun diberikan sebagai bantuan pembangunan mesjid apabila asal mula uang itu jelas dari penjualan minuman atau barang terlarang itu.

Habluminannas
Keempat, manusia yang menyakiti orang lain. Setiap manusia dalam kehidupannya tidak boleh mengganggu kehidupan orang lain walaupun dengan mereka yang berbeda agama. Manusia dalam hidupnya harus menjaga habluminallah secara sempurna dengan mengerjakan setiap perintah dan menjauhkan larangan serta menjaga hubungan baik sesama manusia (habluminannas). Wajib atas manusia dalam menjalani kehidupan untuk selalu menghormati hak dan kewajiban orang lain.

Persaingan politik untuk mendapatkan kursi Dewan pada pileg 9 April yang silam telah menunjukkan bahwa jabatan dunia lebih penting daripada kenikmatan akhirat. Mulai dari caleg, pengurus partai sampai simpatisan telah berlomba untuk mendapatkan tiket suul khatimah dengan meneror, mengancam, memukul sampai menghilangkan nyawa orang lain tanpa bersalah. Semoga Dewan yang terpilih sekarang masih punya kesempatan untuk mengganti tiket suul khatimah dengan tiket husnul khatimah melalui jalan taubat. Amiin …

*Tgk. Usman Nazaruddin, S.HI, Pengurus Majelis Ta’lim Asy-Syifa dan Siswa Sekolah Demokrasi Aceh Utara Akt. IV Tahun 2014

Comments

comments