by

Kontroversi Hymne Kabupaten Bener Meriah

Redelong | Lintas Gayo – Peluncuran Hymne Kabupaten Bener meriah berjudul “Suluh” karya maestro seniman Tanoh Gayo Almarhum A.R Moese memunculkan Pro dan kontra di tengah masyarakat, hal itu dikarenakan Kabupaten tersebut telah memiliki Hymne yang diluncurkan pada tahun 2006 lalu.

Salah seorang warga Bener Meriah Mukhtarudin menjelaskan, hymne kabupaten itu telah diluncurkan secara resmi pada acara peresmian Musara Pakat yaitu Organisasi masyarakat Bener Meriah yang berlangsung di Jakarta.

Muktarudin yang pada masa itu menjabat sebagai ketua Musara Pakat menegaskan, jika hymne Bener meriah telah dikumandangkan dan diperdengarkan bahkan rekamanya juga diserahkan langsung kepada Penjabat (Pj) Bupati Bener Meriah M. Saad Isra.

“Saya lupa apa judulnya, tapi yang jelas pada waktu itu penciptanya Almarhum Pak Miga Satria Gundala, kemudian rekamanya juga diberikan ke pak Bupati untuk dikoreksi dan ditambahkan muatan tentang keseharian masyarakat, jadi saya terkejut kenapa dulu telah diluncurkan tapi sekarang ada lagi dengan judul yang berbeda”.

Kepala bagian Humas Bener Meriah Syafruddin saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan menyambut baik masukan dari masyarakat, karena pihaknya memang masih menunggu usulan dari berbagai pihak sebelum disahkan melalui Qanun (Peraturan daerah) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

“Kami memang telah berencana mengqanunkan lagu Suluh menjadi hymne resmi Kabupaten, tapi jika memang  sebelumnya sudah ada hymne kabupaten ini, maka kami akan mengundang masyarakat termasuk bapak Mukhtarudin untuk duduk bersama, agar memberi masukan serta menjelaskan kronologi keberadaan hymne yang dulunya telah ada”.

Seperti diketahui Pemerintah Kabupaten Bener Meriah meluncurkan Hymne berjudul “Suluh” saat Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11, dilapangan Pacuan Kuda Sengeda, Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Pada 07 Januari 2015 lalu.(fijay)

Comments

comments

News