by

Soal Tanah Paya Ilang, Anggota Dewan Dan Kadis Satpol PP Nyaris Berantam (1)

20160120_122754

Takengen | Lintas Gayo – Nyaris terjadi baku hantam antara anggota dewan dari PKB, Hamzah Tun (jon) dengan kepala Satpol PP WH, Syahrial Afri. Keributan itu dipicu soal tanah Paya Ilang, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Persoalan tanah Paya Ilang, masih disengketakan antara Pemda dan masyarakat. Pihak Satpol PP mendapat tugas untuk menertibkan bangunan dan plang spanduk yang ditancap masyarakat di atas tanah tersebut.

Namun ada 69 masyarakat yang menyatakan tanah tersebut milik mereka. Masyarakat melarang petugas mencaput plang yang mereka pasang. Saat diadakan penertiban, masyarakat juga bertahan ,nyaris terjadi keributan.

Ratusan petugas baik dari Satpol PP, aparat kepolisian, TNI dan Polisi Militer berada di lokasi. Petugas penertiban berusaha memberikan pengertian kepada masyarakat, yang saat itu didampingi penasehat hukumnya Wajadal Muna.

Wajadal Muna, penasehat hukum masyarakat, meminta agar Pemerintah Daerah memusyawarahkan persoalan ini dengan masyarakat, untuk mencari jalan keluarnya. “Tidak semua persoalan harus diperkarakan ke Pengadilan. Masih bisa diselesaikan dengan bijak, kenapa itu tidak dilakukan,” sebut Muna, kepada petugas yang ada di sana.

Dari DPRK Aceh Tengah terlihat Hamzah Tun (jon) juga berada di lokasi. Semula disepakati persoalan itu akan dibahas dengan pemerintah daerah untuk mencari titik temu, apakah persoalan tanah paya Ilang itu diselesaikan di Pengadilan Negeri Takengen, atau ditempuh upaya lain.

Penasehat hukum dari Pemda Aceh Tengah , Hamidah juga hadir di sana, sepakat agar diadakan pertemuan. “ Beberapa wakil masyarakat sekarang kita ke DPRK, agar di sana di bahas, “ sebut Jon kepada beberapa wakil masyarakat di sana. Dimana suasana masih tegang ditambah lagi sengatan matahari.

“Kepala Satpol PP, ke dewan sekarang, biar di sana dibahas,” sebut Jon, kepada Syahrial Afri, yang saat itu baru saja memerintahkan anggotanya untuk memasang plang spanduk yang bertuliskan tanah tersebut merupakan asset Pemda dan akan dibangun fasilitas umum.

“Apa hak saudara memerintahkan saya,” balas Syahrial menjawab permintan Jon. “ Saya ini dewan, saudara ke kantor sekarang, biar dibahas di sana,” balas Jon dengan nada tinggi. Kembali Syahrial menjawab. “Saya hanya menjalankan tugas sesuai peraturan. Soal tanah ini bukan wewenang saya,” sebut Syahrial.

“ Saudara jangan menantang saya,” sebut Jon sambil berjalan cepat mengejar Syahrial. Kerumunan massa dan petugas keamanan, memeluk Jon yang berontak minta dilepaskan. Suasana tegang, tubuh jon yang kekar, berusaha diamankan oleh beberapa orang. (LG001/LG 003) (bersambung).

Comments

comments