by

RS Datu Beru Tangani Positif Covid-19,  Layanan Publik Tetap Dibuka

Takengen | Lintasgayo.com – Rumah Sakit Datu Beru Kabupaten Aceh  Tengah tetap melakukan pelayanan kesehatan seperti biasa, meski rumah sakit tersebut saat ini sedang menangani 6 orang pasien yang di nyataan positif virus covid 19. Hal ini dikatan oleh Direktur Rumah Sakit Datu Beru dr. Hardi Yanis, Sp.Pd.

Menurut Hardi, pihaknya saat ini sedang menangani 6 pasien positif covid-19, 3 orang dari tenaga medis, dan 3 orang dari masyarakat bisa.

Mereka pasien terkonfirmasi positif covif-19, sedang diakukan isolasi di rumah sakit Datu Beru, yang saat ini punya lisensi sebagai rumah sakit pendidikan.

Keenam pasien yang sebelumnya sudah dinyatakan positif berdasarkan hasil Swab test tersebut, berasal dari Kabupaten Aceh Tengah.

Sejauh ini, kata Hardi, ke-enamnya sudah dalam keadaan membaik, mereka sudah dirawat di rumah sakit selama 7 hari dan hanya menunggu hasil uji Swab kedua yang rencananya akan dilakukan hari.

“Mereka sudah dalam kondisi membaik, hari ini akan diuji swab lagi, jika hasilnya negatif, mereka sudah diperbolehkan pulang dan melakukan isolasi mandiri,” kata dr Hardi, lewat pesan singkat kepada lintasgayo.com, Kamis, 6/8/2020.

Sejauh ini kata Hardi, pihaknya tetap melakukan proses pelayanan kesehatan terhadap masyarakat seperti biasa, namun seluruh tenaga medis dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang sesuai protokoler yang kereteria APD-nya sesuai dengan kebutuhan dan penempatan tenaga medis bersangkutan.

Hardi Yanis juga menjelaskan, meski saat ini pihaknya hanya menangani pasien positif covid 19 yang berasal dari wilayah Aceh  Tengah saja, namun tidak tertutup kemungkinan, jika ada pasien positif covid dari daerah lain, pihaknya akan tetap menanganinya juga.

“Saat ini, kita memang baru hanya menangani pasien positif covid-19 yang berasal dari Takengon saja, tapi kalau sewaktu-waktu ada pasien positif covid rujukan dari daerah luar Aceh Tengah, kita akan tetap tangani,” ujar Hardi. (Irwan Yoga)

Editor: Fazri Gayo

Comments

comments

News