by

Mari Sukseskan Program Gebrak Masker 04 september Se Provinsi Aceh

Redelong | Lintasgayo.com – Bupati Bener Meriah yang diwakili oleh Asisten I Drs.Mukhlis mengikuti Video Conference (Vidcon) terkait “Pembekalan Komunikasi Interpersonal Untuk Perubahan Perilaku” di ruangan Media Center Setdakab. Jumat 28/08/2020.

Diskusi tersebut langsung dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Dr.Taqwallah, M.Kes. Dan di narasumberi oleh Unicep Risang Rimbatmaja.

Hadir dalam diskusi tersebut Sekretaris pendidikan, Camat Syiah Utama, Staf Ahli Bupati, Kabag Humas yang diwakili oleh Kasubbag Publikasi dan Informasi, dan para peserta undangan lainnya.

Sekda Aceh Dr.Taqwallah, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa kita harus bergerak secara bersama-sama untuk mengubah perilaku masyarakat terutama kita sendiri dalam kondisi pandemi covid-19 sekarang ini.

Kemudian kita meyakini bahwa Pencegahan utama covid-19 ini terbukti dengan pakai masker, “Aksi pribadi” jaga diri dan orang lain.

Maka dari itu, mari kita sama-sama bergerak untuk menyukseskan program Gebrak Masker yang akan dilaksanakan 04 september nantinya,” tambahnya.

“Alhamdulillah kedatangan Presiden RI kemarin, memberikan provinsi Aceh 1 juta masker. Tentu ini harus syukuri dan kita teruskan ke masyarakat Aceh,” tutupnya.

Risang Rimbatmaja (Unicef) dalam diskusi menyampaikan Bahwa komunikasi yang dilakukan untuk menjadikan perubahan perilaku itu, komunikator harus melupakan target, tetapi perhatikan komunikasi yang dilakukan.

“Kemudian kita harus memerhatikan apa yang menjadi masalah dalam berkomunikasi. Ini sangat penting, karna dengan kita paham masalahnya, kita bisa mencari solusi dari masalah tersebut,” kata Risang Rimbatmaja.

Tentu dalam berkomunikasi kita harus memerhatikan kesalahan-kesalahannya, agar apa yang sudah kita rencanakan tidak hanya sekedar formalitas. Contoh dalam kondisi pandemi ini, terkait protokol kesehatan.

“Banyak masyarakat yang mengikuti hanya sekedar formalitas saja. Pakai masker hanya ditempat yang mengharuskan, sekedar pakai saja (biar lolos). Padahal pandemi covid-19 ini, resiko penularannya sangat tinggi,” tutupnya. (Putra Mandala/FG)

Comments

comments

News