by

Untuk jadi Presiden Nyata, tidak Semudah Hasil Survey!

Oleh: Muhammad Nasril*

 

Tulisan “Jokowi Calon Presiden, Calon Lain Gigit Jari” oleh Saudara Husaini Muzakir Algayoni (HMA) di rubrik Opini (lintasgayo.com, 25/01/2014), menjadi topic menarik untuk dikaji kembali, Saudara HMA terlalu cepat mejustifikasi, seolah-olah Jokowi pasti akan menang, terkesan tidak ada persaingan dengan calon-calon lain. Padahal, menurut penulis masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang akan menjadi pemenang Pemilihan Presiden RI Tahun 2014 ini, disamping pemilihan belum dimulai, juga Indonesia masih memiliki tokoh Nasional yang sangat berkompoten untuk memimpin negara ini, termasuk Jokowi salah satunya yang memiliki peluang itu.

Mencoba melihat tulisan saudara HMA pada paragaf pertama “ beliau juga selalu turun kelapangan meninjau rakyatnya ini sama seperti khalifah Umar Bin Khattab” ini sebuah trobosan yang patut diapresiasikan untuk pemimpin masa kini. Namun gaya blusukan ini yang dilakukan oleh Jokowi juga belum menyelesaikan masalah Jakarta, terlalu sering blusukan juga bisa tersendat tugas-tugas dikantor, mungkin jokowi lebih mudah blusukan karena Jakarta para walikotanya dipilih oleh Jokowi, berbeda dengan daerah lain, walikota/bupati dipilih langsung oleh rakyat. Seandainya seorang Presiden hanya menghandalkan gaya blusukan, apa yang akan terjadi? Anggaran jauh lebih besar dan tidak mungkin tercapai semua daerah. Hari ini blusukan dipapua, besok di Aceh, lusa di Sulawesi, kapan mau diselesaikan tugas kepala Negara? Satu hal yang paling menonjol dari blusukan jokowi yaitu kemana-mana ada media, berbeda dengan relawan-relawan banjir dari partai lain, mereka  Anggota DPR  rela turun ke dalam air, masuk ke gang-gang kecil, ini tidak dilakukan oleh Jokowi, blusukannya hanya formalitas, kemudian media meliputnya. Blusukan Jokowi merupakan isu baru, namun sebelum blusukan terkenal terlebih dulu ada isu mobil Es Em Ka menjelang pilkada Jakarta, namun sekarang apa kabar Es Em Ka Jjokowi?? Kemudian blusukan yang dialakukan jokowi juga bukan hal yang gratis, pasti menelan biaya yang banyak dan tentunya bersumber dari APBD Prov. DKI. Gaya blusukan ini juga belum mengurangi dampak banjir ibu kota, juga belum mengurangi antrian “macet” di Jakarta.

Kemudian pada paragraph selanjutnya saudara HMA menulis “ Pertanyaanya ialah, jika jokowi maju sebagai calon presiden, maka apakah yang akan terjadi ?. Menurut penulis, suara masyarakat Indonesia akan jatuh  kepada jokowi siapapun itu pasangannya, sekarang ini jokowi di isukan akan maju menemani Prabowo Subianto dari Gerindra atau Megawati dari PDI-P dan masih banyak isu-isu lain siapa  yang pantas menemani jokowi, jika Jokowi maju penulis rasa calon-calon lain akan gigit jari atau sebagai formalitas saja sehingga para peserta calon presiden lebih berwarna”.  Nah, disini saudara HMA terlalu cepat dan pede mengatakan pilihan rakyat kepada Jokowi, saya rasa rakyat sekarang semakin cerdas, Rakyat bisa membedakan mana politikus karbitan hasil olahan media dan mana betol-betol politikus dan Negarawan sejati, sehingga tidak terlalu cepat memvonis calon-calon lain. Mengharap Jokowi menang tentu itu hal yang lumrah, tapi menganggap Jokowi satu-satunya yang akan jadi pemenag, penulis rasa belum tepat, karena sebelum bertanding semua calon memiliki peluang yang sama.

kemudian lebih menarik lagi paragraf berikutnya yang ditulis oleh saudara HMA “ Dari seluruh lembaga survei yang ada di Indonesia ini, nama jokowi selalu ditempatkan paling atas atau mengalahkan tokoh-tokoh lain yang akan menjadi presiden. Nama jokowi selalu berada nomor satu karena rakyat menginginkan jokowi menjadi presiden”.  Inilah fungsi media dan siapa yang mengontrol sebuah lembaga survey, survey yang dilakukan dengan mengambil sample dari kalangan-kalngan internal atau pendukung Jokowi atau hanya sample yang ada di ibu kota yang sudah mengenal Jokowi dan jumlah sample yang di ambil tidak  sampai  ¼ dari jumlah penduduk Indonesia. Seandainya saja survey dilakukan di Aceh dan tokoh aceh yang di angkat untuk mnjadi Calon presiden dalam survey tersebu, saya yakin yang akan menang presiden dari survey itu adalah orang Aceh. Menjadi presiden RI tidak semudah menjadi pemenang di lembaga-lembaga survey dan Survey bukanlah standar ukuran untuk calon Presiden yang akan menang pada Pemilu mendatang

Menyangkut dengan popularitas sangat tergantung kepada media yang mempublikasinya, Artis setingan saja begitu terkenal dengan media. Kita berharap kedepan Indonesia ini dipimpin oleh orang yang tepat, siapapun orangnya, rakyat semakin cerdas tidak langsung memilih karena popularitas ala media. Di Negara ini, masih banyak tokoh-tokoh yang belum di ekspos yang layak mempin Negara ini. Mudah-mudahan kedepan Negara ini menjadi lebih baik.

 Mahasiswa Pasca UIN Ar-Raniry

Comments

comments

News