by

Wali Nanggroe: “Ciptakan Kegemilangan untuk Aceh”

Medan | Lintas Gayo – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aceh Sepakat, Medan, menggelar acara Halal bi Halal dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar serta Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Ba’da Maghrib, ribuan masyarakat Aceh yang selama ini menetap di Ibukota Provinsi Sumatera Utara itu terlihat mulai memadati Gedung Balai Raya Aceh Sepakat, yang berada di jalan Mengkara nomor 2, Selasa (9/9/2014).

Ba’da Isya, tepatnya pukul 20:00 WIB, acara Halal bi Halal pun dimulai. Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, duduk semeja dengan sejumlah Konsulat Jendral (Konjen) dari sejumlah negara sahabat. Wali terlihat serius mengikuti seluruh mata acara yang dipersembahkan oleh pihak panitia. Dalam kegiatan ini, panitia menggelar berbagai pertunjukan seni, mulai dari Tari Saman hingga Tob Daboh.

Wali Nanggroe bahkan melayani permintaan diskusi dari komunitas mahasiswa asal Aceh yang saat ini sedang menuntut ilmu di Medan. Dalam kesempatan tersebut, Wali berpesan kepada para pelajar tersebut agar menuntut ilmu dengan serius.

“Kalian adalah generasi muda yang menjadi harapan bagi masa depan Aceh. Kelak bangunlah Aceh dan ciptakan kegemilangan untuk daerah yang telah diwariskan oleh para indatu kita. Di masa depan, kalian harus mampu membawa Aceh ke arah yang lebih makmur dan bermartabat,” pesan Malik Mahmud.

Kehadiran Wali Nanggroe tentu saja tidak disia-siakan begitu saja, para hadirin terlihat sangat antusias untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan Wali Nanggroe Kesembilan ini, baik mengabadikan lewat rekaman video ataupun jepretan foto. Walau terlihat sedikit lelah karena perjalanan Aceh-Medan yang menguras tenaga, namun Malik Mahmud terlihat sangat santai melayani permintaan foto bersama dengan masyarakat Aceh disana.

Dalam kesempatan tersebut, Wali juga menjelaskan secara singkat tentang upaya-upaya pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakanoleh Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf. Selain itu Wali Malik Mahmud juga menerangkan soal pentingnya menjaga perdamaian dan mengisinya dengan berbagai hal yang positif demi kemajuan Aceh  di masa yang akan datang. (Rel)

Comments

comments

News