by

Shabella (4) Drainase Dibongkar, Takengen Harus Ditata

Takengen | Lintas Gayo-  “Asal hujan banjir kerap terjadi. Di Mongal saja, airnya meluap kemana-mana. Sudah selayaknya drainase di dalam Kota Takengen dibongkar,” sebut Shabella Abubakar, Bupati Terpilih Aceh Tengah.

Air pembuangan di dalam Kota Takengen juga tidak mencerminkan tata ruang yang baik. Limbah banyak yang dibuang ke danau, sehingga danau semakin tercemar. “ Pada kepemimpinan saya nanti akan kita datangkan ahli perkotaan untuk menata Takengen,” sebutnya ketika bersilaturrahmi dengan para wartawan di PWI Gayo Lut, Takengen.

Drainase yang ada harus dibongkar diperlebar dan diperdalam agar mampu menampung debit air ketika hujan turun. Selain itu pembuanganya jalan lagi ke danau. Di seputaran bantaran tanggul juga harus dibuat drainase agar air itu tidak ke danau namun dialihkan ke sungai.

Pernyataan Shabella itu mencuat menjawab pertanyaan wartawan ketika berlangsungnya silaturahmi itu. Menurut Bella penataan kota Takengen itu penting. Dulu pada tahun 1996 sudah ada tataruang/RTRW, sampai dengan 2003. Namun tidak dijalankan, sehingga keadaan kota Takengen tidak sesuai dengan tata ruang.

Sebelumnya Pemda sudah melarang di jalan Lintang /Sengeda, khususnya bagian timur tidak boleh di sana didirikan bangunan bertingkat, karena menganggu pemandangan langsung ke danau. Namun kini bangunan bertingkat di sana sudah berdiri.

Demikian dengan area Buntul Gelengang di Blang tampar/ Simpang IV Bebesen, dulu area ini dibeli Pemda karena akan dijadikan pasar. Namun kenyataanya sekarang sudah dijadikan lapangan tennis. Tidak lagi dipergunakan sesuai peruntukan saat pertama di beli.

Bella panggilan akrabnya merencanakan dikepimimpinanya kelak, lapangan tennis di Pendopo bupati akan dibongkar, dan di sana akan dijadikan area publik. Taman kota untuk area publik juga akan dibangun antara jalan Putri Hijau dan Sudirman (Pajak ikan bawah Takengen). Bangunan yang ada di sana itu sudah tidak layak, dan area ini akan dijadikan pertamanan.

Demikian dengan lapangan Musara Alun akan ditata dengan baik agar menjadi area publik. Ad ataman dan ada sarana tempat berkumpulnya masyarakat. Tugu Aman Dimot di depan kantor Bupati Aceh Tengah juga akan diminta izinya pada keluarga pejuang ini, untuk dibongkar dan akan ditata kembali dengan baik menjadi kawasan public.

“Banyak yang mau kita kerjakan, bukan hanya soal drainase, penataan kota Takengen itu perlu, makanya akan didatangkan tim ahli perkotaan untuk menata Takengen,” sebut Bella. Masih ada program lainya yang akan dilkakukanya. Bersambung (LG 01)

 

Comments

comments

News