by

HUT ke – 10 Bener Meriah, Pacuan Kuda Sebagai Pelestarian Budaya

Pelepasan Balon ke udara  oleh Bupati dan Wakil Bupati di lapangan pacuan kuda Sengeda Kabupaten Bener Meriah (Fot:LG)
Pelepasan Balon ke udara oleh Bupati dan Wakil Bupati di lapangan pacuan kuda Sengeda Kabupaten Bener Meriah (Fot:LG)

Redelung | Lintas Gayo –  Dalam rangka memeriahkan ke – 10 Tahun Kabupaten Bener Meraih berbagai kegiatan dilakukan mulai dari pergelaran hiburan rakyat Pacuan Kuda Tradisional  sampai dengan makan kentang hasil olahan daerah kaki Gunung Merapi Bur Telong.

Kegiatan HUT Kabupaten Bener Meriah Ke 10 yang di peringati di Lapangan Bataliyon  114/SM pada hari selasa (7/1) dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Muspida Bener Meriah dan tokoh – tokoh masyarakat,pelajar,PNS jajaran pemerintah kabupaten Bener Meriah,TNI, Polisi serta mantan Bupati periode sebelumua Tagore AB. Setelah upacara peringatan berakhir para peserta beralih ke Lapangan Pacuan sengeda yang tidak jauh dari Bataliyon tersebut.

Ketua pelaksana pacuan Kuda dalam rangka HUT Kabupaten Bener Meriah Aswad SPd dalam laporanya mengungkapkan kegiatan pacuan kuda tersebut di ikuti oleh tiga kabupaten yakni Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah sendiri.

Dirincikan Aswad Kabupaten yang paling banyak mengikutsertakan kudanya adalah kabupaten Aceh Tengah dengah jumlah 122 ekor kuda disusul Kabupaten Bener Meriah 100 ekor kuda dan Kabupaten Gayo Lues 39 ekor kuda, kesemua kuda tersebut memperebutkan juara untuk mendapatkan hadiah yang berjumlah total 151 Juta rupiah.

Kegiatan pacuan kuda yang direncanakan dimulai dari tanggal 07 sampai dengan 13 Januari 2014 yang bertema “dengan pergelaran Pacuan kuda Tradisional Gayo dalam rangka HUT Kabupaten Bener Meriah ke-10 , kita bangun Kabupaen Bener Meriah dengan melestarikan Budaya Gayo”

Bupati Bener Meriah Ruslan Abd. Gani dalam pembukaan even pacuan kuda Tradisional di lapangan Pacuan kuda Sengeda Kabupaten Bener Meriah mengatakan ” Karena urang Gayo kaya seni budaya, terutama pacuan kuda kebudayaan yang bersumber dari kearifan lokal”

Diakhir sambutannya Ruslan berpesan agar para peserta menjunjung tinggi sportifitas dan melepas star pertama sebagai tanda dimulainya pacuan kuda HUT Bener Meriah ke -10 tahun.  ( Zan.KG) 

Comments

comments

News