by

Puisi Kopi Victor Pogadaev

Aroma kopi yang kugemari

Ku menjadi titik embun
Dan terbang langsung ke mentari
Pulang bak air mata hujan
Di jendela menari-nari
Bak pelangi ku naik  langit
Dengan sayap angin kemari
Kurahasiakan  cuma satu hal
Aroma kopi yang kugemari

Lupakan diri dalam bakar nafsu
Mencair dalam letupan dansa
Dan bangkit kembali di tengah api
Hidup itu kaya dengan nuansa.

Kupasrah pada nasibku lagi
Nasib baik atau pun malang
Deburan ombak dan ribut pagi
Akan tunjukkan haluan jalan

Surgaku seperti maya aneh
Bak musim bunga yang tiba kembali
Kurahasiakan  cuma satu hal
Aroma kopi yang kugemari

Menjelang Malam
Menjelang malam
Matahari puas
Menghirup air
Dari sungai berkabus,
Dari telaga pelangi.
Bukan main mabuknya:
Tak tahan lagi.
Goyang satu-dua kali,
Akhirnya terbenam –
Sinar dipanahkan
Jauh ke cakrawala

2002

Inilah kau berdiri

Inilah kau berdiri dengan tongkat di bilik depan
Kelopak mata merah, mulut terbuka separuh,
Kita tak lagi akan berjumpa dengan kau, bapak
Di bilik ini atau itu – semua ditutup oleh mak.
Inilah kau berdiri berpakaian seluar dalam,
Terbayang di cermin meja rias merangkap tiga.
“…kudakap kau rapat, sayang”, begitulah surat
kepadaku  kau akhiri dengan meratap.
Inilah aku di KL yang penuh matahari
Di sebuah pub kat Jalan Gasing minum bir
Itulah kau dengan mencengkam katil
Tercungap menarik nafas yang terakhir
Kesakitan ada cuma masa sebelum akhir
Dalam kenyataan hidup yang berubah-ubah
Yang terakhir sudah tidak wujud
Lebih tepat tidak mempunyai wajah
Kesakitan ngeri tidak ada bayangan
Dalam cermin yang lazim ditutup kain
Inilah kau berdiri padahal aku melihat
Bagaimana kau pulang ke dunia akhirat
Kepergianmu bagi aku memang berat
Tetapi tidak ada sesuatu abadi di dunia ini
Setiap yang bernyawa akan merasai mati
Badan saja meninggal, jiwa hidup tetap.
2004

Victor PogadaevDr. Victor Pogadaev adalah dosen di Institut Negeri-Negeri Asia-Afrika (Universitas Negeri Moskow Lomonosov) dan konsultan penyelia sektor “Ensiklopedi Asia” di Institut Ketimuran Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Sejak tahun 2001- sekarang, ia menjabat sebagai Profesor Madya di Fakultas Bahasa dan Linguistik, Universiti Malaya (Kuala Lumpur).

Tahun 1970, ia menamatkan studi di  Institut Bahasa-Bahasa Timur, Jurusan Bahasa Indonesia, kemudian meraih gelar Ph.D. pada tahun 1976 dari Universitas Negeri Moskow.

Ia aktif berkecimpung dalam bidang penerjemahan sastra Melayu/Indonesia ke dalam bahasa Rusia dan sebaliknya. Beberapa karya terjemahannya antara lain: Tariganu: Navstrechu Solntsu (Menghadap Matahari),  Moskow, 1997; Leo Tolstoy: Haji Murat, Kuala Lumpur: DBP, 2001; Taufiq Ismail: Rendez-Vous (Pertemuan), Moscow: Humanitary, 2004; Mawar Emas. Bunga Rampai Sastera Rusia: Kuala Lumpur: ITNM, 2008.

Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen, peneliti, penyusun kamus, dan penerjemah, ia berperan aktif sebagai anggota sejumlah perkumpulan profesi, antara lain: MABM (Majlis Antarabangsa Bahasa Melayu), International Academy of Pedagogical Sciences, Persatuan Bahasa Moden (Malaysia), Persatuan Geografi Rusia, Persatuan Ilmu Ketimuran Rusia, Persatuan Wartawan Rusia, dan Badan Pengurus Persatuan Nusantara (Moskow).

Puisi-puisi karya Viktor Vogadaef dinyatakan lulus seleksi tahap pertama dari sejumlah karya yang dikirimkan, dan berhak menjadi nominator karya yang akan dimuat dalam Buku Antologi Puisi “Secangkir Kopi” terbitan The Gayo Institute (TGI) yang dieditori oleh Fikar W Eda dan Salman Yoga S.

Comments

comments

News